locereteview02_900X600Hampir sebagian besar petani di Indonesia menanam padi di persawahan yang teraliri air yang bersumber dari saluran irigasi teknis ataupun non teknis. Dengan dukungan sistem pengairan tersebut umumnya para petani di Indonesia menanam dan panen padi 3X dalam setahun. Akan tetapi untuk daerah yang tidak memiliki sistem irigasi dan sumber air yang terbatas, petani setempat memanfaatkan musim hujan untuk menanam padi tadah hujan dan hanya panya panen 1X dalam setahun.

Dibeberapa tempat di Pulau Jawa, budidaya padi tadah hujan rata-rata menghasilkan panen 9 ton per hektar. Pada umumnya para petani tadah hujan menanam varietas padi P3 Pioneer dengan hasil panen yang kurang lebih sama dengan persawahan yang didukung oleh sistem irigasi. Oleh karena itu, menanam padi tadah hujan lebih dari 1X setahun merupakan sesuatu yang cukup istimewa dan pemafaatan teknologi irigasi tetes adalah solusinya.

Di beberapa negara Asia, India adalah satu negara yang petaninya memanfaatkan teknologi irigasi tetes untuk pertanian. Termasuk untuk tanaman padi, khususnya di beberapa daerah dengan sumber air terbatas dan tanpa dukungan system irigasi, antara lain di negara bagian Rajastan. Di negara bagian tersebut, para petani memanfaatkan sumur pompa yang memanfaatkan tenaga Surya sebagai sumber air untuk sistem irigasi dan memanfaatkan teknologi Irigasi Tetes untuk menghemat air.

Irigasi Tetes